Penyebab Limfoma

Limfoma atau yang lebih dikenal dengan kanker getah bening yang berasal dari limfonodus da jaringan limfe lainnya yang mencakup sistem limfatik dan imuniatas tubuh. Penyakit limfoma dapat dibedakan menjadi dua yakni Limfoma hodgkin dan Limfoma non hodgkin.

Limfoma yang sering menyerang sel getah bening atau limfosit yang berada di antara tipe sel darah putih. Sel getah bening ini banyak terdapat di dalam darah dan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening terdapat di leher, pangkal paha dan ketiak. Namun kebanyakan mereka yang menderita limfoma banyak ditemukan di leher, karena leher memiliki banyak susunan kelenjar getah bening.

Jika limfoma atau kanker getah bening ini mulai membesar dan menyebar ke bagian tubuh yang menjadi risiko tumbuhnya limfoma dapat mengalam kesakitan dan pembengkakan. Limfoma banyak terjadi pada mereka usia muda terutama pada pria yang berusia mulai dari 18-35 tahun, bahkan limfoma juga dapat diderita oleh pria berusia 50 tahun.

Penyebab limfoma yang paling mendasar tidak diketahui secara pasti. Namun disinyalir penyebab limfoma terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun secara tidak normal atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah yang sudah ada sejak lahir atau berhubungan dengan virus. Virus penyebab limfoma yang diketahui adalah virus Epstin Barr.

Virus Epstein Barr ini awalnya muncul di bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar getah bening. Kemudian virus akan menetap dan menyebar ke bagian tempat tumbuhnya virus Epstein Barr berupa benjolan tanpa diserti dengan rasa nyeri. Ukuran benjolan semakin lama akan semakin membesar. Kemudian penderita limfoma mulai mengalami berbagai keluhan seperti :

1. Benjolan semakin lama semakin membesar dan mudah dirasakan
2. Penurunan daya tahan tubuh yang drastis
3. Penurunan berat badan
4. Keluarnya keringat yang bercucuran
5. Demam tinggi di malam hari dan dapat terjadi secara terus menerus setiap malam

Awalnya mungkin penderita limfoma tidak mengetahui secara pasti meski gejala mulai muncul dan mengganggap gejala yang muncul sebagai hal sepele yang tidak perlu dikhawatirkan.

Padahal jika diketahui bila gejala yang muncul menunjukkan ketidak normal perlu dilakukan pemeriksaan sebelum tonjolan limfoma semakin membesar dan membahayakan.

Virus Epstein Barr sebagai penyebab limfoma sampai saat ini belum dapat ditemukan pengobatan yang baik untuk mengurangi penyebaran atau mematikan virus limfoma tersebut. Pengobatan limfoma biasanya hanya ditujukan dengan menjalani sejumlah pengobatan dan terapi.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin, sebelumnya disebut penyakit Hodgkin yang merupakan kanker jaringan limfoid, biasanya kelenjar limfe dan limpa. Penyakit limfoma hodgkin ini adalah salah satu jenis kanker yang paling sering dijumpai pada dewasa muda, terutama pada pria muda. Insiden mencapai puncaknya yang kedua dalam dekade keenam kehidupan.

Penyakit Hodgkin merupakan ganggun klonal yang berasal dari suat sel tidak normal. populasi sel tidak normal tampak diturunkan dari sel B atau yang lebih jarang dari sel T atau monosit. Sel-sel neoplastik pada penyakit Hodgkin disebut sel Reed Stremberg. Sel-sel ini terselip diantara jaringan limfoid normal yang tedapat di organ limfoid. Karena berasal dari sel B dna klonal yang alamiah, pada tahun 2005, penyakit limfoma Hodgkin diklasifikasikan kembali oelh WHO sebagai Limfoma Hodgkin.

Pada stadium awal penyakit limfoma Hodgkin, stadium I dan II, biasanya dapat disembuhkan. Angka kesembuhan untuk stadium III dan IV masing-masing adalah berturut-turut 75% dan 60%. Penyebab dari limfoma hodgkin ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, individu yang mengidap penyakit limfoma hodgkin ini dan sudah mengalami remisi memperlihatkan penurunan imunitas yang diperantai sel T. Selain itu, kelompok kasus sporadik mengisyaratkan bahwa virus mungkin dari galur herpes, terutama virus Epstein Barr mungkin ikut berperan. Ada kecenderungan genetik untuk mengidap penyakit limfoma hodgkin.

Virus Epstein Barr biasanya dimulai pada satu kelenjar getah bening dan menybar ke sekitarnya secara per kontinuitatum atau melalui sistem saluran kelenjar getah bening ke kelenjar-kelenjar sekitarnya. Meskipun jarang sesekali menyerang juga organ-organ ekstranodal seperti lambung, testis dan tiroid. Pada penemuan statistik, penyakit limfoma hodgkin ini didapatkan pada kelas sosioekonomi lebih tinggi dan insidennya meningkat pada keluarga dengan riwayat penyakit hodgkin.

Seseorang yang memiliki risiko atau yang menderita limfoma hodgkin umumnya akan menunjukkan gejala seperti :

1. Pembesaran kelenjar limfe yang tidak nyeri
2. Splenomegali
3. Dapat timbul komplikasi saluran cerna
4. Demam dan kelelahan
5. Penurunan berat badan
6. Nyeri punggung dan leher disertai hiper-refleksia

Pada umumnya limfoma hodgkin ini diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi RYE yang membagi penyakit Hodgkin menjadi empat golongan, yakni :

1. Tipe lymphocyte predominance

Tipe lymphocyte predominance yang merupakan 50% dari penyakit Hodgkin. Pada tipe lymphocyte predominance kecil merupakan sel latar belakang yang dominan , hanya sedikit sel R-S yang dijumpai dan dapat bersifat modular atau difus

2. Tipe mixed cellularity

Tipe mixed cellularity yang terdapat sebanyak 30% dari penyakit Hodgkin dengan jumlah sel R-S mulai banyak dijumpai dalam jumlah seimbang dengan limfosit.

3. Tipe lymphocyte depleted

Tipe lymphocyte depletes kurang dari 5% limfoma Hodgkin, tetapi merupakan tipe yang paling agresif. Sebagian besar terdiri atas sel R-S sedangkan limfosit jarang ditemui.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Limfoma

Limfoma merupakan jenis kanker yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya yang mencakup sistem limfatik dan imunitas tubuh. Penyakit limfoma dapat dibedakan menjadi dua. Berikut pembagian kedua penyakit limfoma

1. Hodgkin’s

Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa, tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid  dan pertumbuhan abnormal sela terjadi dengan cepat. Limfoma hodgkin juga dikenal dengan nama hodgkin disease (penyakit hodgkin).

Penyakit ini umumnya menyerang usia muda dan lanjut usia, baik pria maupun wanita. Umur 15-38 tahun dan umur 50 tahun ke atas sangat rentan terhadap kanker ini. Biasanya penderita limfoma hodgkin mempunyai cacat dalam fungsi sistem kekebalan seluler  tubuh sel T), meskipun produksi antibodi normal.

Berikut gejala-gejala dari penyakit hodgkin :

- Adanya pembesaran tanpa rasa sakit dari kelenjar getah bening di daerah leher. Kadang-kadang terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada lipat paha dan ketiak.

- Demam, berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan dan berat badan turun

- Pada beberapa orang, kadang-kadang menyernag dada yang menyebabkan gangguan pernapasan.

Semakin berkembangnya penyakit, sel-sel abnormal menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati dan organ-organ abnominal.

2. Non-hodgkin (limfoma maligna)

Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonouds dan jaringan limfe lainnya. Limfoma ini lebih sering pada pria jarang terjadi pada anak, dan sering dijumpai pada usia 50 tahun ke atas.

Gejala dari limfoma non hodgkin, antara lain :

- Pembesaran kelenjar getah bening/limfonodus

- Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya menjadi kemerahan, limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada makam hari, lelah, tidak enak badan dan berat badan menurun.

Keganasan limfoma adalah kanker jaringan limfoid, klasifikasi tergantung pada empat gambaran utama ; tipe sel, derajat diferensiasi, tipe reaksi yang menghasilkan sel tumor dan pola pertumbuhan. Bila pertumbuhan nodular diobservasi, isitlah nodular digunakan setelah tipe sel. Bila tak memperhatikan pola pertumbuhan yang dibuat, limfoma adalah tipe menyebar.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Limfoma Kelenjar Getah Bening

Limfoma kelenjar getah bening adalah kelompok tumor ganas yang terjadi pada jaringan limfoid. Limfoma diklasifikasikan menurut gambaran histologist, menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma non Hodgkin (LNH). Limfoma ditandai oleh pembesaran kelenjar limfe, keringat malam dan atau demam naik uturn, nyeri akibat pembesaran dan atau infark kima, hepatomgelai, penurunan berat badan,pruritus, nyeri tulang akibat alkohol (Hidgkin), malaise, atau infeksi berulang. Etiologi limfoma sama sekali tidak diketahui walaupun faktor genetic dan lngkungan dapat terkait. Virus tertentu, terutama EBV dan virus leukemia sel T manusia (HTLV-1) juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab. Orang yang mengalami gangguan system imun tubuh tampak rentan terhadap LNH.

Limfoma kelenjar getah bening Burkitt mmerupakan limfoma yang sangat ganas, seringkali pada  rahang, tetapi dapat pula terjadi pada area lain. Hingga kini limfoma Burkitt merupakan penyakit yang jarang ditemukan dan disebabkan infeksi EBV serta terutama ditemukan pada anak-anak keturunan Afrika. Terjadi peningkatan yang sering kali berkaitan dengan infeksi HIV.

Terapi untuk limfoma kelenjar getah bening mencakup :

  1. Limfoma Hodgkin-radioterapi untuk stadium awal, kemudian kemoterapi sitotoksik.
  2. LNH-bergantung pada jenisnya. Secara umum, pendekatan konservatif “tunggu dan lihat” untuk limfoma stadium rendah. Jika pengobatan dilakukan, pilihan pengobatan meliputi radioterapi local atau kemoterapi, tetapi tindakan ini sering kali sangat efektif. Akan tetapi, agens terbaru meliputi fludarabin, interferon-alfa dan antibody monoclonal. Sebaliknya orang yang mengalami LNH sangat agresif (stadium tinggi) berespons baik terhadap kemoterapi.
  3. Limfoma burkitt sangat agresif dan memerlukan regimen kemoterapi kompleks dan intensif, yaitu berupa kemoterapi dengan pengonatan intralekal system saraf pusat (SSP) dan dukungan faktor pertumbuhan hemopoietik.
  4. Limfoma kambuhan-kemoterapi lini kedua. Saat ini penderita juga dapat memilih kemoterapi lanjutan dosis tinggi yang diikuti dengan penyelamatan sel induk darah perifer autolog atau transplantasi sel induk alogen. Pengobatan baru yang menjanjikann dan diizinkan untuk suatu bentuk limfoma tertentu adalah terapi antibody monoclonal anti-CD20.

Limfoma adalah neoplasma ganas organ-organ limfoid yang ditandai dengan pertumbuhan neopllastik otonom sel-sel yang committed ke arah diferensiasi limfoid. Tumor-tumor ini terutama mengenai jaringan limfoid, khususnya kelenjar limfe dan limpa, tetapi juga dapat mengenai jaringan limforetikular lain termasuk hati, saluran cerna, jaringan nasofaring, dan paru. Doagnosis adalah dengan biopsy jaringan, data laboratorium hanya bersifat sugestif atau konfirmatorik, Karena keterkaitan erat limfoma dengan penyakit-penyakit hematologic dan imunolohgik yang sudah dibahas, berikut ini akan disinggung sepintas mengenai diagnosis dan klasifikasi.

Pengobatan tergantung dari organisme penyebabnya. Untuk infeksi bakteri, biasanya diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) atau intravena (melalui pembuluh darah).  Untuk membantu mengurangi rasa sakit, kelenjar getah bening yang terkena bisa dikompres hangat.  Biasanya jika infeksi telah diobati, kelenjar akan mengecil secara perlahan dan rasa sakit akan hilang. Kadang-kadang kelenjar yang membesar tetap keras dan tidak lagi terasa lunak pada perabaan.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Limfoma Non Hodgkin

Gejala awal yang dapat dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selakangan) atau di seluruh tubuh. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasnaya tidak menyebabkan nyeri. Kadang pembesaran kelenjar getah bening di tonsil (amandel) menyebabkan gangguan sulit menelan. Pembesaran kelenjar getah bening jauh di dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ dan menyebabkan gangguan pernapasan, nafsu makan berkurang, sembelit berat, nyeri perut dan pembengkakan tungkai. Jika limfoma menyebar ke dalam darah bisa terjadi leukemia. Limfoma dan leukemia memiliki banyak kemiripan. Limfoma Non Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sum-sum tulang, saluran pencernaan dan kulit. Jika limfoma terjadi pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sum-sum tulang, darha, kulit, usus, otak dan tulang belakang, bukan pembesaran kelenjar getah bening.

Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anemia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan :

1. Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak napas
2. Penekan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
3. Penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan

Gejala limfoma non hodgkin :

1. Terjadi gangguan pernapasan pembengkakan wajah, penyebabnya terjadi dari pembesaran kelenjar getah bening di dada dan kemungkinan timbulnya gejala hingga 20-30 %.

2. Hilangnya nafsu makan, sembelit berat, nyeri perut atau perut kembung, penyebabnya diakibatkan oleh adanya pembesaran kelenjar getah bening di perut, kemungkinan dari timbulnya gejala sebesar 30-40 %.

3. Pembengkakan tungkai, akibat dari penyumbatan pembuluh getah bening di selangkangan atau perut dan kemungkinan terjadinya gejala hanya 10 %.

4. Penurunan berat badan, diare dan malabsorbsi yang diakibatkan oleh
penyebaran limfoma ke usus halus dan kemungkinan timbulnya gejala lebih dari 10 %.

5. Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), akibat dari penyumbatan pembuluh getah bening di dalam dada dan kemungkinan timbulnya
gejala 20-30 %.

6. Daerah kehitaman dan menebal di kulit yang terasa gatal, akibat dari penyebaran limfoma ke kulit dan kemungkinan timbulnya gejala adalah 10-20 %.

7. Penurunan berat badan, demam dan keringat di malam hari, akibat dari penyebaran limfoma yang sudah menjalar ke seluruh jaringan tubuh dan kemungkinan timbulnya gejala adalah 50-60 %.

8. Anemia atau berkurangnya jumlah sel darah merah akibat dari perdarahan ke saluran cerna, penghancur sel darah merah oleh limpa yang membesar dan terlalu aktif penghancuran sel darah merah oleh antibodi yang tidak normal (anemia hematolik). Selain itu disebabkan oleh penghancuran sum-sum tulang karena penyebaran limfoma karena obat atau terapi penyinaran yang kemungkinan timbulnya gejala seperti ini 30 % hingga akhirnya mencapai 100 %.

9. Mudah terinfeksi oleh bakteri yang disebabkan oleh penyebaran ke sumsum tulang dan kelenjar getah bening sehingga menyebabkan berkurangnya pembentukan antibodi yang kemungkinan timbul gejala demikian hanya 20-30 %.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Limfoma Non Hodgkin

Limfoma adalah gejala dari kanker getah bening yang timbul akiibat dari perubahan genetic (mutasi) sel limfosit (sel darah putih yang bertanggung jawab atas pertahanan alami tubuh). Mutasi ini bisa menyerang batas tepi (lineage) sel B, sel T ataupun sel NK.

Limfoma dibagi menjadi 2 kategori yakni limfoma hodgkin dan limfoma non hodgkin dari 43 jenis limfoma yang ada. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan ada sekitar kurang lebih 1,5 juta orang di dunia yang menderita NHL atau limfoma non hodgkin dan 300 ribu orang yang meningggal akibat penyakit tersebut yang terjadi tiap tahunnya.

Kanker Limfoma

Perbandingan resiko dan pengobatan dari limfoma hodgkin dan non hodgkin

Diperkirakan ada sekitar 55 % dari NHL yang memiliki sifat agresif dan tumbuh dengan cepat yakni salah satunya jenis limfoma burkitt. Limfoma non hodgkin atau NHL ini merupakan jenis kanker ketiga yang mempunyai pertumbuhan cepat setelah kanker kulit dan kanker paru-paru.

Limfoma non hodgkin umumnya banyak terjadi pada orang dewasa antara usia 45-60 tahun, semakin bertambahnya usia senja, maka semakin tinggi pula risiko yang dihadapi terserang limfoma yang diakibatkan semakin melemahnya daya tahan tubuh yang dimiliki karena usia yang semakin tua.

Untuk mengenal lebih dekat apa itu limfoma, berikut informasi mengenai sistem limfatik tubuh :

- Sistem pembuluh getah bening (sistem limfatik) merupakan sistem pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sistem ini bekerja melalui cairan limfatik dalam pembuluh getah bening.

- Cairan limfatik merupakan cairan putih yang hampir menyerupai susu yang mengandung protein, lemak dan limfosit (jenis sel darah putih). Limfosit terdiri dari 2 jenis yakni sel B dan sel T.

- Sel B yang merupakan bagian dari cairan limfatik memiliki peranan penting dalam tubuh yakni menghasilkan protein alami yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh atau antibodi yang berguna untuk menyerang berbagai macam bakteri yang masuk dalam tubuh.

Ketika seseorang memeriksakan keadaan tubuhnya beberapa kali dalam sehari dan jika diketahui terdapat sel tubuh yang sakit, maka limfosit akan membunuhnya. Kerja dari limfosit akan dibantu oleh organ-organ terkait dengan pembuatan dan sirkulasi limfosit seperti limpa (spleen), kelenjar timus, sum-sum tulang dan amandel (tonsil). Umumnya limfoma paling sering menyerang organ-organ ini.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Limfoma

Limfoma adalah neoplasma ganas organ-organ limfoid yang ditandai dengan pertumbuhan neoplastik otonom sel-sel yang commited ke arah diferensiasi limfoid. Tumor-tumor ini terutama mengenai jaringan limfoid, khususnya kelenjar limfe dan limpa, tetapi semua dapat mengenai jaringan nasofaring dan paru.

Sistem limfatik pada limfoma

Limfoma ditandai oleh pembesaran kelenjar limfe, keringat malam dan atau demam baik-turun, nyeri akibat pembesaran dan atau infrak limpa, hepatomegali, penurunan berat badan, pruritus, nyeri tulang akibat alkohol (hodgkin), malaise, atau infeksi berulang.

Limfoma adalah kelompok tumor ganas yang terjadi pada jaringan limfoid. Limfoma diklasifikasikan menurut gambaran histologis menjadi limfoma hodgkin dan limfoma non hodgkin (LNH).

a. Limfoma hodgkin hampir sealalu berasal dari kelenjar limfe ke rantai di dekatnya secara progresif. Limfoma hodgkin umumnya terjadi pada usia dewasa muda sekitar 20 tahun dan usia dekade ke-5. Limfoma hodgkin ini umunya menyerang bagian kelenjar getah bening yang terletak pada leher dan kepala.

b. Limfoma non hodgkin merupakan tumor ganas yang berbentuk padat dan berasal dari jaringan limforetikular perifer. Limfoma nonhodgkin ini umumnya menyerang jaringan limforetikular perifer kelenjar limfe, kelenjar limfe palatum, gusi, pipi, dasar mulut dan tonsil.

Posted in Limfoma | Tagged , , , , , , , | Leave a comment